Pembenihan Ikan Botia (Botia macracanthus Bleeker)
1.1 Latar Belakang
Ikan Botia (Botia macracanthus Bleeker) / Clown loach merupakan spesies
ikan hias air tawar asli Indonesia yang banyak ditemuan di perairan umum
di Sumatra dan Kalimantan, memiliki nilai ekonomis tinggi dan merupakan
komoditas potensial untuk ekspor ke mancanegara terutama Asia , Amerika
Serikat dan beberapa Negara Uni Eropa.Ikan ini diketahui pertama kali
di ekspor keluar negeri pada tahun 1935.
Kendala yang dihadapi saat ini yaitu ketersedian benih
karena masih mengandalkan hasil tangkapan dari alam. Hasil tangkapan
setiap tahunya berfluktuasi,tergantung pada musim dan cenderung
menurun.Hal ini karena botia belum dapat di tangkarkan dan produksinya
masih mengandalkan tangkapan dari alam.Oleh karena itu diperlukan
teknologi pembenihan sebagai upaya perlindungan dan pengelolaan plasma
nutfah ikan asli Indonesia.
Selain itu,ada peraturan pemerintah untuk menjaga
kelestarianya sehingga ada larangan untuk menangkap atau memperdagangkan
botia berukuran lebih dari 15 cm.Bila tidak diimbangi dengan usaha
pengembangbiakannya,pengambilan botia dari alam yang dilakukan secara
terus-menerus dapat merusak populasi ikan hias ini
2.2 Penyebaran
Penyebaran ikan botia sangat luas yaitu di sungai-sungai
Sumatera bagian Selatan dan Kalimantan. Hidup dalam kelompok mulai dari
hulu sampai ke muara. Daerah penangkapan ikan ini adalah diperairan yang
tenang yaitu rawa-rawa dan sungai bagian hilir. Anak- anak botia
umumnya ditangkap di “nursery ground” yaitu ditempat air pasang sampai
ke hilir sungai. Penangkapan dengan bubu dari bamboo dipasang di mulut
sungai ke rawa-rawa.
2.3 Habitat
Daerah sungai dengan kondisi air ber pH yang agak asam
antara 5,0 - 7,0 , suhu 24 -300C merupakan habitat ikan botia.Perairan
jernih dengan batu-batuan dasar merupakan tempat botia tinggal. Dari
survey yang dilakukan di daerah Sumatera Selatan (sungai Musi) diketahui
anak-anak botia hidup di daerah yang berarus lemah, dasar lumpur dan
keruh dengan kedalaman 5-10 m. Sementara induknya berada di daerah
dengan arus kuat (hulu) yang jernih dan kasar berpasir dan bebatuan
maximum kedalaman adalah sekitar 2 m. Ikan botia hidup di dasar perairan
(termasuk ikan dasar), yang aktif mencari makan pada malam hari
(nocturnal). Termasuk ikan yang pemalu sehingga lindungan atau
sembunyian dalam pemeliharaan amat diperlukan.
2.4 Kebiasaan makan
Termasuk ikan omnivora atau makan apa saja walaupun pakan
hidup lebih disukai. Sebagai ikan dasar maka pakannya adalah organism
dasar perairan seperti cacing baik cacing rambut (Tubifex sp.) atau
larva insekta dasar seperti cacing darah (Chironomus sp.), Penelitian
yang mengamati di alam pada lambung botia juga ditemukan udang-udang
kecil.
2.5 Reproduksi
Belum diketahui bagaimana ikan botia berkembang biak di
alam. Hanya saja anak-anak ikan ini banyak ditangkap pada musim hujan
yaitu bulan oktober sampai januari,yang mengindikasikan saat itu adalah
saat botia memijah. Sementara pada musim kemarau tidak ada anak botia di
alam. Pemijahan yang dilakukan di lingkungan budidaya adalah degan
teknologi stimulasi hormone untuk merangsang pemijahan dan pembuahan
yang dilakukan dengan cara buatan.
2.6 Pemilihan induk
Hingga saat ini, induk botia masih didatangkan dari alam
atau harus dibeli di tempat penangkapan. Induk kemudian dipelihara dalam
tempat pemeliharaan yang tertutup atau wadah pemeliharaannya dilengkapi
tutup agar sinar tidak banyak masuk. Adaptasi untuk matang gonad ikan
ini agak lama sekitar 8-10 bulan. Induk yang matang gonad ditandai
dengan gendutnya induk betina. Cara kanulasi merupakan cara yang paling
efektif untuk menentukan kematangan gonad. Apabila ukuran telur sudah
mencapai 1,1-1,2 mm ikan dapat dipijahkan. Untuk induk jantan dapat
dilakukan pengurutan dan bila sudah dapat keluar sperma yaitu cairan
putih susu berarti dia matang.
2.7 Teknik Pemijahan
2.7.1 Persiapan Wadah dan Alat
Pemijahan ikan botia dilakukan secara buatan.Wadah yang
digunakan untk menampung telur dan sperma adalah menggunakan wadah yang
licin dan bebas air seperti mangkok dan petri untuk menghindari
terjadinya kerusakan pada telur dan untuk mempermudah dalam peroses
pembuahan. Persiapan yang lain adalah spuit 1,0 ml yang sudah diambil
jarumya untuk menyedot sperma yang keluar. Larutan garam fisiologis atau
NaCl 0,9 % juga dipersiapkan untuk mengencerkan sperma dan untuk
mempertahankan sperma. Selain itu juga untuk mempertahankan sperma
disiapkan juga cool box yang diisi es untuk penyimpanan sperma
sementara.
2.7.2 Seleksi Induk Matang Gonad
Seleksi induk matang gonad untuk pemijahan dapat dilakukan
denga memilih induk yang telah benar-benar siap untuk dipijahkan. Untuk
menghindari keracunan maka sebelum induk diseleksi akan lebih baik bila
tidak diberi pakan paling kurang 12 jam. Ada 2 tahapan yang perlu
dikerjakan untuk memilih induk betina matang gonad.
Pertama,dengan cara visual dan rabaan. Induk yang tampak
gedut perutya dan diraba lembut tidak keras umumya merupakan induk yang
siap pijah. Induk-induk yang terlihat demikian dapat dipisahkan ketempat
yang disediakan untuk peroses pemijahan lebih lanjut. Cara rabaan ini
sangat kasar dan tidak dapat diandalkan ketempatnya,karenanya tahap
pemeriksaan kedua harus dilakuan.
Kedua,dengan cara kanulasi atau katerisasi,yaitu mengambil
contoh telur dengan kanulasi atau kateter. Kateter bayi no:6 FR cukup
lentur dan sesuai untuk ikan botia, Selain telur botia dapat masuk
kedalam selang kateter mudah pula untuk memasukannya kedalam lubang
genitalnya. Untuk keperluan kanulasi atau kateterisasi induk dapat
dibius dulu agar tenang dengan phenoxy ethanol sebanyak 0,3 mL/L.
Apabila induk botia sudah diam atau pingsan maka ujung kateter dapat
dimasukan kelubang genital induk sedalam 5-7 cm, sementara ujung yang
lain dapat disedot dengan mulut hati-hati atau pelan-pelan. Telur akan
masuk kedalam selang kateter.
Warna,ukuran dan stadium dari telur dapat diperiksa. Warna
abu-abu agak kehijauan menandakan telur sudah mulai matang. Ukuran telur
dapat diperiksa dibawah mikroskop binokuler,dengan menambahkan larutan
garam fisiologis (larutan NaCl 0,9 %) dalam cawan petri. Telur yang
sudah matang akan berukuran diameter antara 1,2-1,4 mm dan sudah
homogen. Stadium telur diperiksa untuk melihat kedudukan intinya, dan
akan dapat dilihat dengan mikroskop binokuler juga. Untuk keperluan ini
digunakan larutan serra yang dapat dibuat dari campura antara asam
asetat,formalin 40% dan etanol 70% dengan perbandingan
1:1:1(Rothbard,1997) atau etanol 60%,formalin 30% dan asam asetat
10%(slembrouck et al,2003). Kedua formalin dapat digunakan dan hasilnya
sama-sama bagus,hanya mungkin dalam waktu yang pertama lebih cepat dari
yang kedua dalam melunturkan kuning telur(yolk). Larutan Serra dapat
melisiskan atau melunturkan isi telur sehingga isi telur yang lisis
paling akhir akan kelihatan letaknya. Oleh karena itu untuk melihat
telur dalam larutan serra ini harus cepat. Biasanya begitu telur masuk
ditunggu 2-5 menit inti telur akan terlihat jelas,lebih dari waktu itu
misal 10 menit maka inti telur akan lisis juga sehingga sudah tidak
dapat dilihat lagi stadium telurnya. Pada telur yang sudah matang inti
telur letaknya sudah kepinggir. Pada telur yang sudah siap ovulasi maka
inti sudah amat kepinggir dan pecah (dekomposisi)yang disebut stadium
Germinal Vesicle Break Down (SVBD). Untuk induk jantan dapat dilihat
dengan pengurutan dan bila sudah dapat keluar sperma yaitu cairan putih
susu berarti dia matang.
2.7.3 Ciri Induk yang Matang Gonad
Ciri induk yang matang gonad sebagai berikut :
1. Betina
· Bobot induk > 80 gram
· Perut gendut
· Apabila dilakukan pengambilan sample telur dengan cara kanulasi/kateterisasi,telur berwarna abu-abu
2. Jantan
· Bobot induk > 40 gram
· Perut langsing
· Apabila dilakukan pengurutan pada bagian perut akan keluar cairan putih yaitu sperma.
2.7.4 Teknik Rangsangan Pemijahan
Untuk merangsang ovulasi atau spermiasi pada induk yang
telah matang gonad dilakukan dengan cara stimulasi yaitu suntikan dengan
hormon gonadotropin. Induk yang telah matang gonad dari pemeriksaan.
Dapat diperlakukan dengan stimulasi ini.
Hormon yang digunakan adalah “ovaprim” yang merupakan produk
dari Syndel Kanada yang berisi hormon GnRH dan domperidon yang banyak
dijual di toko perikanan. Kadar yang digunakan dalam penyuntikan ini
adalah untuk induk betina 1,0 mL/kg berat induk. Induk betina disutik
dua kali yaitu yang pertama adalah 0,4 ml/kg (jam 16.00 – 17.00) dan
suntikan kedua adalah sisa kadar dengan interval 6 jam. Induk jantan
disuntik bersamaan dengan suntikan pertama induk betina.
Cara penyuntikan dengan spuit kecil ( 1,0 ml ) tetapi jarum
digunakan yang agak besar (jarum dari spuit 2,5 ml ) agar biasa masuk
lebih dalam kedaging sehingga hormon dapat benar-benar masuk dan tidak
ada hormon yang ikut keluar saat jarum ditarik. Tempat suntikan dibawah
sirip punggung kira-kira 1 cm. Arah jarum adalah 300 ke arah
kepala.agar ikan tidak berontak maka penggunaan bius seperti saat
kanulasi dapat dilakukan. Sesudah disuntik ikan dapat dimasukkan kembali
ke tempat pemeliharaan (akuarium atau bak). Stripping pada induk jantan
dilakukan bila induk sudah tampak gelisah dan berenang dengan
mengibas-ngibaskan ekor.
2.7.5 Stripping
Tahapan stripping pada induk jantan adalah sebagai berikut.
1. Setelah induk jantan ditangkap,lap tubuhnya hingga kering agar sperma
yang diambil tidak bercampur air,kemudian bius menggunakan MS22 atau
phenoxy ethanol 0,3 ml/l air.
2. Sedot sperma menggunakan spuit berisi garam fisiologis, kemudian tamping ke dalam wadah berupa mangkuk kecil.
3. Encerkan sperma dengan menambahkan larutan garam fisiologis (perbandingan 1 :3 hingga 1:
4. Simpan dalam suhu dingin seperti kulkas atau ice box. Sperma ini dapat tahan sampai 4-6 jam.
Sementara stripping induk betina dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1. Seperti halnya pada induk jantan,sebelum stripping dilakukan induk
betina harus dalam kondisi kering untuk selanjutnya dilakukan pembiusan.
2. Setelah dibius, lakukan pengurutan hingga telur keluar.Tampung telur
dalam wadah berupa mangkuk atau piring yang permukaannya halus.
3. Bila ketika diurut masih terasa berat, tunggu sejenak hingga terasa ringan kembali.
4. Lakukan pengurutan sedikit demi sedikit hingga telur habis
Pembuahan atau fertilisasi ikan botia dilakukan dengan cara artificial
atau buatan yaitu mencampur telur dengan sperma. Telur yang sudah
dikoleksi dalam wadah disemprotkan atau dicampurkan dengan sperma yang
sudah diencerkan. Tambahkan air atau air mineral perlahan-lahan
secukupnya sambil digoyang-goyangkan dengan merata selama sekitar
1(satu) menit. Pada telur yang cukup banyak jumlahnya maka dapat
digunakan kuas halus atau bulu ayam untuk mencampur atau mengaduk telur
dan sperma agar merata. Setelah itu cuci dengan air lagi beberapa kali
sampai kelihatan airnya bersih. Telur siap ditetaskan atau
diinkubasikan.
2.7.6 Penetasan
Penetasan telur dilakukan di dalam fiberglass berbentuk
corong dengan aliran air (sirkulasi) dari air sumur yang sudah
“tua”(diaerasi minimal 48 jam) atau air minirel (drinking water). Telur
akan menetas selama 15-26 jam pada suhu 26-270C.
2.7.7 Pemeliharaan
Ikan botia daya tetasnya masih rendah baru sekitar 40%.Hal
ini karena umumnya induk botia susah beradaptasi. Namun demikian,bila
dirawat dengan baik,peluang hidup larva bias mencapai 80-90%.Larva yang
menetas akan lebih baik dipelihara dalam corong sampai 4 hari yaitu
sampai makan artemia. Baru sesudah itu larva dapat dipindahkan ke tempat
pemeliharaan larva seperti akuarium atau bak. Pakan larva botia adalah
pakan alami. Mulut botia akan membuka pada hari ke-4. Ukuran bukaan
mulut sudah sekitar 0,2 – 0,3 mm sehingga nauplii Artemia tetasan 24 –
36 jam yang berukuran 0,1 – 0,15 mm sudah dapat ditelan.
2.7.8 Pemanenan
Larva pada hari ke-4 kuning telur mulai mengecil kira-kira
tinggal seperempatnya dan mulut serta anus mulai membuka. Larva mulai
dapat memangsa makanan. Bukaan mulut larva botia cukup besar sehingga
nauplii Artemia tetasan 24 – 36 jam sudah tertelan. Hari ke-5 larva
sudah dapat makan dengan baik dan hari ke-6 kuning telur sudah habis
sama sekali.
Sirip-sirip mulai tumbuh dan semua anggota badan lengkap
pada hari ke-13 (Legendre et al., 2005).Benih ukuran 2,5 cm (1 inchi )
akan dicapai dalam waktu 30 hari pemeliharaan. Pakan benih biasa
diberikan cacing atau pellet halus.
Pembenihan Ikan Black ghost (Afteronotus albifrons, Linneaus)
1.1 Latar Belakang
Ikan Black ghost (Afteronotus albifrons,
Linneaus) merupakan salah satu jenis ikan yang mempunyai peluang
bisnis yang potensial. Ikan jenis ini belum banyak dikenal oleh
masyarakat tetapi saat ini beberapa pengusaha ikan hias memproduksi
benih sebagai komoditas lokal maupun ekspor.
Ikan Black ghost (Afteronotus albifrons,
Linneaus) berasal dari sungai Amazon, Amerika Selatan merupakan ikan
pendamai, yang ukurannya dapat mencapai 50 cm, tubuhnya memanjang dan
pipih dengan warna tubuh hitam. Ikan ini digolongkan kedalam ikan
pisau (Knifefishes), karena secara keseluruhan bentuk tubuhnya
menyerupai pisau melebar dari bagian kepala dan badan kemudian
melancip dibagian perut.
Persyaratan
kualitas air media yang dikehendaki ikan Black ghost yaitu Soft
(lunak) dan cenderung asam, walaupun demikian ikan Black ghost relatif
dapat hidup pada kondisi air yang bervariasi. Ikan Black ghost juga
memilih makanan jenis tertentu, dapat memakan pakan kering, beku maupun
makanan hidup, walaupun demikian lebih suka jika diberi pakan cacing
rambut.
Aktivitas ikan ini lebih banyak dilakukan di malam hari (nokturnal), sehingga
pada siang hari ikan ini lebih suka bersembunyi di bebatuan,
daun-daun, akar tanaman, atau benda lainnya di dasar sungai. Dilihat
dari kebiasaan berenangnya, ikan ini cenderung lebih banyak
menghabiskan waktunya di dasar sungai. Namun yang masih kecil akan
berenang ke atas dan ke bawah perairan dengan lincahnya.
PEMBENIHAN IKAN BLACK GHOST
2.1 Klasifikasi Ikan Black Ghost
Menurut Bernhard Grzimek (1973) dalam Yovita H.I dan Mahmud
Amin,sistematika ikan black ghost adalah sebagai berikut :
Kingdom : Pisces
Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Superklas : Agnatha (jawless fishes)
Kelas : Osteichthyes (bony/teleost fishes)
Subklas : Actinopterygii (spiny-rayed fishes)
Super Ordo : Teleostei
Ordo : Cypriniformes (Carp)
Sub Ordo : gymnotoidei (electric eels)
Famili : Ateronotidae
Genus : Apteronotus
Species : Apteronotus albifons (black ghost kifes fishes)
2.2 Penentuan Lokasi
Setiap
makhluk hidup akan dapat berkembang baik bila berada dilingkungan
yang sesuai. demikian pula dengan ikan black ghost,faktor lingkungan
sangat mempengaruhi kehidupannya. Adapun faktor lingkungan yang sangat
berpengaruh diantaranya; parameter air dan wadah budidaya.
Parameter air yang biasa diukur yaitu pH, 0dH dan suhu. Keasaman (ph) air yang cocok untuk ikan black ghost berkisar antara 6,6 – 7. Untuk 0dH
(degrees of German hardness) atau kekerasan air yang berhubungan
dengan jumlah kalsum dan magnesium dalam air.Dasar pengukurannya adalah
mg kalsium karbonat (CaCO3) per liter air.semakin kecil ukuran 0dH maka semakin lembut air tersebut. Ikan black ghost ini akan berkembag baik pada kisaran suhu air 260 C.
Pada
umumnya untuk pembudidayaan (pembenihan ataupun pemelharaan) ikan
black ghost ini dilakukan dengan menggunakan media bak/kolam permanen
dan akuarium.
Berdasarkan
pertimbangan diatas, maka didalam usaha pembudidayaan ikan black
ghost ini harus memperhatikan kriteria-kriteria Penentuan lokasi lahan
budidaya agar tujuan dari budidaya itu sendiri dapat tercapai. Untuk
lebih jelasnya tentang pemaparan diatas, maka akan dibahas pada
pembahasan selanjutnya.
2.3 Pemilihan Sarana dan Prasarana
Persiapan
sarana dan prasarana pemijahan akan sangat mendukung keberhasilan
kegiatan pemijahan. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan adalah kolam
dan perlengkapannya serta air pemeliharaannya.
A. Memilih Kolam Pemijahan
Kolam
untuk pemijahan dapat berupa kolam permanen, yaitu kolam yang disemen
atau kolam yang dibuat dari bak fiber. Kolam dari bahan fiber
mempunyai kelebihan yaitu dapat menjaga atau menstabilkan suhu. Oleh
karena kelebihan itu maka kelebihan air dalam fiber akan lebih hangat
dibandingkan dengan air dalam kolam semen atau beton. Kolam yang
dibuat dari semen atau beton lebih cepat memberi perubahan suhu air.
Ukuran
kolam pemijahan tidak ada standarnya, yang terpenting blackghost
dapat bergerak bebas. Sebagai contoh ukuran kolam pemijahan yang
dapat digunakan adalah 2,5 m x 1,5 m x 0,5 m. Dengan ukuran tersebut
kolam pemijahan dapat diisi induk Black ghost sebanyak 20 ekor.
Kolam
sebaiknya ditempatkan ditempat yang tidak mudah goyah. Hal ini
diperlukan mengingat ikan membutuhkan kenyamanan saat bertelur. Kolam
yang terbuat dari semen atau beton jelas tidak mudah goyah. Lain
halnya dengan kolam yang terbuat dari fiber. Agar tidak mudah goyah,
kolam fiber ebaiknya diletakan ditempat yang relatif datar. Agar tidak
mudah goyah, kolam fiber sebaiknya diletakkan ditemapat yang relatif
datar dengan kemiringan sedikit di tempat pembuangan air. Lantai atau
alas fiber dapat langsung dari semen atau dari tanah.
Rasa
nyaman bagi ikan tidak hanya didukung oleh letak kolam yang stabil,
tetapi juga tata letak kolam. Kolam yang jauh dari keramain dan
berada di tempat yang tertutup serta agak gelap dapat membuat ikan
merasa nyaman dan dapat berkembang biak dengan baik.
B. Menyiapkan air pemeliharaan
Air
merupakan faktor vital dalam pemijahan ikan Black ghost sehingga
sumber dan kualitas air menjadi pertimbangan penting bila akan membuka
usaha pemijahan ikan Black ghost. Saat memilih lokasi perlu dicari
ketersediaan sumber air yang alami, seperi sumur atau air tanah.
Apabila terdapat sumber air maka sebaiknya segera diperiksa kualitas
airnya (pH) dari air tersebut. Untuk back ghost, pH ideal sekitar
6,6, tetapi ikan ini masih berkembang dengan baik pada pH 6-7.
Apabila air yang telah tersedia sudah memenuhi persyaratan maka dapat
segera mendirikan usaha pemijahan Black ghost.
C. Perlengkapan lain
Beberapa perlengkapan utama yang perlu disediakan untuk memijahkan ikan Black ghost adalah tempat persembunyian, aerator, filter dan lain-lain.
1. Tempat Persembunyian
Tempat
persembunyian merupakan salah satu perlengkapan penting yang
dibutuhkan dalam usaha pemijahan ikan Black ghost. Hal ini berkaitan
dengan kebiasaan ikan Black ghost yang menyukai suasana gelap. Tempat
persembunyian akan penuh dengan Black ghost pada saat siang hari.
Sebaiknya pada malam har, ikan Black ghost akan keluar dari tempat
persembunyiannya dan melakukan aktivitas.
Ukuran
tempat persembunyian sebaiknya dsesuaikan dengan ukuran induk ikan
Black ghost. Seperti halnya di akuarium, untuk tempat persembunyian
dapat digunakan paralon yang berukuran besar. Namun tempat
persembunyian dari paralon harganya cukup mahal. Untuk
menggantikannya dapat menggunakan tumpukan batu bata dan genting.
Tempat persembunyian dibuat dengan meletakkan batu bata secara
berderet dengan jarak kira-kira 20 cm dan di atasnya ditutup dengan
genting. Selanjutnya di sisi kiri dan kanan batu bata disandar
genting sehingga rangkaian tersebut membentuk suatu lorong.
2. Aerator
Penggunaan
aerator adalah untuk menambah ketersediaan oksigen didalam air.
Penambahan oksigen ini penting dilakukan karena jika hanya mengandalkan
ketersediaan oksigen di air maka tidak akan mencukupi.
Apabila
usaha pemijahan masih berskala kecil dapat dipilih aerator seperti
yang digunakan untuk pemeliharaan ikan black ghost di akuarium. Namun
bila skala usahanya sudah tergolong besar, maka sebaiknya aerator
dibuat secara parallel untuk efisiensi biaya produksi. Aertor ini
bersumber dari blower dan udara yang dihasilkan disalurkan lewat
paralon yang bercabang-cabang. Paralon dilubangi dan disambung dengan
selang sesuai dengan jarak media budidaya.
3. Filter
Filter
berguna untuk menyaring air dikolam atau benda lain yang yang tidak
diinginkan. Pda pemijahan skala besar membutuhkan banyak filter karena
setiap kolam membutuhkan filter.
4. Tempat untuk bertelur (substrat)
Untuk
tempat menempelnya telur, digunakan bahan pakis atau ijuk yang telah
ditata rapih (kakaban). kakaban diletakan di antara dua keramik. di
antara kakaban dan keramik diberi batu agar telu-telur dapat masuk ke
sela-sela pakis dan dapat terhindar dari mangsa induk jantan.
Sarana dan bahan yang diperlukan untuk memproduksi ikan Black ghost adalah:
à Akuarium
ukuran ( 40 x 40 x 80 ) cm sebagai tempat pemeliharaan induk dan
sekaligus tempat pemijahan dilengkapi dengan tempat penempelan telur
berupa baki plastik yang diisi dengan batu, atau batang pohon, pakis.
à Akuarium ukuran ( 60 x 40 x 40 ) cm sebagai tempat penetasan telur.
à Instalasi aerasi berupa blower, selang airasi dan batu aerasi.
à Peralatan lain seperti selang untuk mengganti air, scope net dan alat-alat pembersih akuarium (sikat. dan lain-lainya).
2.4 Pengadaan Induk
A. Seleksi Induk
Induk
yang baik untuk dipijahkan adalah ikan yang sehat dan sudah dewasa,
berumur kurang lebih 1,5 tahun dengan ukuran panjang badan antara 7-8
inchi (20-30 cm). Induk yang sehat dapat ditandai dengan warna tubuh yang cerah, bersih, tidak cacat serta gerakannya lincah (aktif).
B. Perbedaan jantan dan betina
· Induk betina
Ikan betina mempunyai dagu pendek, badannya gemuk dan lebih bear dengan ukuran lebih pendek daripada ikan jantan.
· Induk jantan
Ikan jantan mempunyai dagu panjang dan rata (lurus) dengan badan panjang dan lurus.
2.5 Pematangan Gonad
Perbedaan
jantan dan betina ikan dewasa terutama dapat dilihat dari panjang
dagunya (jarak antara ujung mulut dengan tutup insang). Pada ikan
jantan, dagunya relatif lebih panjang dibandingkan dengan ikan betina.
Ikan jantan relatif lebih langsing dibandingkan dengan ikan betina yang
mempunyai bentuk perut yang gendut. Pada induk jantan dewasa,
terdapat cairan putih (sperma) apabila diurut bagian perutnya. Induk
Black ghost dapat matang telur setelah berumur sekitar satu tahun
dengan panjang + 15 cm.
A. Perawatan Induk
Induk
betina dan jantan dipelihara dalam satu wadah berupa akuarium
berukuran ( 80 x 40 x 50 ) cm, yang dilengkapi dengan instalasi aerasi
dengan pakan berupa 'Blood Warm' yang diberikan dengan frekuensi 3
kali/hari secara (ad libitum).
Pergantian
air harus dilakukan setiap hari untuk membuang kotoran-kotoran yang
terdapat di dasar akuarium dan menjaga kualitas media pemeliharaan.
Black
ghost hidup pada selang suhu 23 - 28 °C , pH 6. 5 - 7.5, dan
kesadahan GH 5 - 15 (lunak). Meskipun demikian secara umum Black
ghost dapat hidup pada berbagai kondisi air yang bervariasi.
Black
ghost merupakan karnivora, makanan utamanya adalah pakan hidup,
terutama cacing rambut. Cacing dapat pula diberikan dalam bentuk
beku. Sampai tahap tertentu dapat pula menerima pakan kering.
Secara
umum Black ghost merupakan ikan pemalu dan dianjurkan untuk
dipelihara dalam akuarium gelap dengan banyak tempat persembunyian
seperti akar, kayu, atau bebatuan. Dianjurkan pula untuk memberikan
dasar berpasir halus dengan banyak tanaman.
Suhu air selama masa pemijahan harus selalu dipertahankan yaitu berkisar antara 26-28o dengan
kisaran pH antara 6-7. Jenis pakan yang diberikan untuk induk ikan
Black ghost adalah cacing darah (blood worm) dan jentik nyamuk (larva
nyamuk). Cacing darah dapat diberikan dalam keadaan hidup atau beku. Sementara
pemberian jentik nyamuk berfungsi untuk mempercepat penuaan sel
telur. Saat proses pemijahan sebaiknya Black ghos jangan debri cacing
sutera karena kadar lemaknya tinggi. Jumlah pakan yang diberikan
3-4%. Pergantian air di akuarium atau bak pemijahan dilakukan dengan
cara disiphon/disedot sebanyak 1/3 bagian dari jumlah air keseluruhan.
B. Penyediaan Pakan
Pakan
merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pembenihan ikan
baik itu ikan hias maupun ikan konsumsi. Karena tingkat produktivitas
yang tinggi salah satunya ditentukan oleh ketersediaan pakan selam
proses usaha pembenihan berlangsung. Pakan yang diberikan untuk balck
ghos yang memijah adalah cacing darah (blood worm) dan jentik nyamuk
(larva nyamuk). Sedangkan untuk larvanya pakan yang paling cocok
untuk bukaan mulutnya adalah artemia. Pakan-pakan tersebut bisa
dibeli dipasaran tetapi bisa juga di kultur sendiri oleh pengusaha
pembenihan.
1. Cacing Rambut
Cacing
rambut sering ditemukan di selokan-selokan atau sungai-sungai yang
airnya banyak mangandung bahan organik. Sebelum diberikan pada ikan,
cacing rambut tersebut perlu dicuci bersih dan ditampung sementara
selama 1 - 2 hari. Salah satu bentuk wadah penampungan cacing rambut
dapat dilihat pada Gambar 10. Bak penampungan cacing diberi air mengalir
dan diaerasi. Bilajumlah cacing rambut terlalu banyak, maka sisanya
dapat dimasukkan dalam kantong plastik dan dibekukan di freezer. Cacing
yang dibekukan harus diberikan pada ikan pada kondisi masih beku.
2. Artemia
Artemia
merupakan pakan alami yang diberikan pada larva ikan Black ghost yang
telah habis masa kuning telurnya yaitu setelah berumur 3 hari. Pakan
artemia diberikan karena merupakan pakan yang sesuai dengan bukaan
mulutnya dan kandungan nutrisi artemia yang tinggi.
Kandungan
nutrisi artemia terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, air, dan
abu. Protein merupakan kandungan terbesar, yaitu antara 40 – 60 %.
Adapun komposisi kandungan nutrisi artemia selengkapnya disajikan pada
Tabel 1 berikut ini.
Tabel 1. Komposisi Kandungan Nutrisi Artemia
Jenis nutrisi
|
Komposisi
|
Protein
Karbohidrat
Lemak
Air
Abu
|
40 – 60
15 – 20
15 – 20
1 – 10
3 – 4
|
Kandungan
protein yang tinggi inilah yang menyebabkan artemia digunakan sebagai
pakan alami yang sulk diganrikan dengan pakan yang lain. Menurut
hasil penelitian Fakultas Peternakan IPB (1994), kandungan protein di
dalam artemia dapat mencapai 58,58 %. Dalam penelitian yang sama
kandungan nutrisi lainnya adalah lemak 6,15 %, karbohidrat 30,15 %,
abu 5,12 %, dan kandungan energi 5,02 kkal/g.
Komposisi
kandungan nutrisi artemia ini cukup bervariasi. Faktor-faktor yang
mempengaruhi perbedaan komposisi kandungan nutrisi tersebut di antaranya
strain, kualitas dan ketersediaan makanan, serta kondisi media tempat
artemia hidup. Sementara itu terdapat perbedaan kandungan lemak dari
artemia yang berasal dari danau yang bergaram dan dari air laut.
Artemia yang berasal dari danau yang bergaram kaya akan asam linoleat,
sedangkan yang berasal dari air laut kaya akan (kelompok asam lemak
erusit). Berikut ini kandungan asam lemak esensial pada artemia
berdasarkan dua hasil penelitian.
Tabel 2. Komposisi Asam Lemak Esensial Artemia
Asam Lemak
|
Hasil analisis TIM IPB (1994)
|
Hasil analisis watanabe dkk.
|
Laurat
Miristat
Pentalekanot
Palmitat
Hantaletanoat
Stearat
Oleat
Linoleat
linolenat
|
-
0,54
-
8,52
1,17
3,40
19,96
5,86
22.03
|
-
0,60
-
11,00
-
3,30
26,70
8,90
27,60
|
Artemia
dikenal juga sebagai udang renik air asin dan dijual di pasaran
berupa telur (kiste) yang dikemas dalam kaleng (gambar 4). Kiste
tersebut ditetaskan menjadi nauplii untuk diberikan pada larva ikan.
Penetasan kiste artemia menggunakan wadah dari botol (gallon) air
minum bekas atau dari fiber yang berbentuk corong (Gambar 4). Wadah
penetasan tersebut diisi air sebanyak 5 - 10 liter yang dicampur
dengan garam dapur sebanyak 150 - 300 g (30 ppt). Setelah garam larut,
kiste Artemia ditebarkan secukupnya. Untuk mempercepat penetasan,
wadah penetasan dilengkapi dengan aerator agar sirkulasi udara dalam
wadah dapat berjalan dengan lancar.
Penetasan
kiste Artemia dapat juga dilakukan dengan proses dekapsulasi, yakni
menipiskan cangkang kiste sebelum ditetaskan sehingga kualitas dan
kuantitas nauplii akan lebih tinggi. Dekapsulasi dilakukan dengan cara
merendam kiste dalam larutan klorin (NaOCI) 40 % atau kaporit (Ca(Ocl2))
dan NaOH sebanyak 15 g/liter air. Selama perendaman, kiste
terus-menerus diaduk hingga terjadi perubahan wama menjadi merah oranye
dan tidak licin. Selanjutnya, kiste disaring dengan saringan halus dan
dibilas dengan air tawar kemudian dilanjutkan dengan proses penetasan
seperti biasa.
Dalam
waktu 24 jam, kiste Artemia akan menetas menjadi nauplii dan dapat
diberikan pada larva ikan, tetapi air penetasan jangan terlalu banyak
yang terambil. Agar air garam tidak banyak yang terambil, beberapa
menit sebelum dilakukan pemanenan, aerasi dimatikan sehingga nauplii
akan berkumpul di dasar wadah dan bisa disipon keluar kemudian
disaring dan dicuci dengan air bersih. Kiste yang tidak menetas
sebaiknya tidak tercampur dengan larva karena tidak dapat dicema oleh
larva.
Dalam
prakteknya, penyediaan pakan hidup Artemia harus melalui proses
dekapsulasi terlebih dahulu, karena akan diperoleh beberapa
keuntungan, yaitu :
1) Tidak perlu adanya pemisahan nauplius dari cangkang, karena chorion cyst sudah dihilangkan.
2) Kandungan energi lebih tinggi karena tidak dipakai untuk proses penetasan.
3) Cyst telah disuci-hamakan melalui larutan hipokhlorit.
4) Dapat langsung digunakan untuk makanan larva.
5) mengurangi jumlah tenaga kerja.
Adapun langkah-langkah prosedur dekapsulasi kista artemia adalah sebagai berikut :
1) Hidrasi cyst
Penghilangan
lapisan khorion yang sempuma hanya dapat dilakukan jika cyst
berbentuk bulat. Untuk mendapatkan keadaan itu, cyst harus dibiarkan
menggembung dengan cara hidrasi. Umumnya hidrasi penuh dapat tercapai
setelah 1 - 2 jam dengan air tawar atau air laut (maksimal 35 permil)
pada suhu 25°C.
2) Perlakuan dalam larutan hipokhlorit
Untuk perlakuan dekapsulasi, dapat digunakan larutan NaOCI atau Ca (OCl)2
yang lebih dikenal dengan kaporit. Jika NaOCI yang digunakan, maka
Natrium dan OCl terionisasi dalam larutan dan terbentuk HOCl dalam air,
sedangkan jika Ca (OCl)2 yang digunakan akan dihasilkan 2
ion OCl untuk setiap molekul hipokhlorit. Dapat dikatakan bahwa OCl
berperan dalam khorion, tetapi hal ini masih belum pasti. Aktivitas dan
konsentrasi maksimal adalah pada PH 10, dibandingkan pada PH rendah.
0,5 gram bahan aktifdan 14 ml larutan dekapsulasi diperlukan untuk
dekapsulasi 1 gram cyst. Di banyak negara, Ca (OCl)2, lebih murah sebagai sumber khiorin aktifdaripada Na Ocl2 Ca (OCl)2 merupakan produk yang lebih stabil daripada Na OCl dan dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama. Aktivitas Ca (OCl)2
biasanya tepat seperti yang dinyatakan dalam label dari produk
komersial (umumnya 70 % bahan aktif). Aktivitas larutan Na OCl dapat
ditentukan dengan mengukur indeks refraktif pada refraktometer.
Nilainya adalah :
Y = 3000 X-4003
Y = Aktivitas Na OCl dalam gram per liter
X = Indeks refraktif.
Dengan Na
OCl, 0, 15 gram NaOH teknis (0,33 ml, 40 % larutan) harus ditambahkan
dalam tiap gram cyst untuk meningkatkan PH larutan dekapsulasi sampai
sekitar 10. Jika yang digunakan Ca(OCl)2 maka 0,67 gram Na2CO3 atau 0,4 gram CaO harus dibuat dengan air laut 35 permil. Untuk Ca (OCl)2,
yang digunakan adalah cairannya saja, dengan cara mencampurkannya
dengan air laut, volume telah ditentukan dan diaerasi kuat selama
sekitar 10 menit. Selanjutnya aerasi dimatikan dan suspensi dibiarkan
mengendap serta cairan yang mengandung larutan Ca (OCl)2, dapat digunakan untuk dekapsulasi.
Setelah
pemindahan cyst dalam larutan dekapsulasi, maka harus dipertahankan
dalam keadaan suspensi dengan aerasi secara kontinu. Dalam beberapa
menit mulai terjadi reaksi oksidasi eksotermik dan tumbuh busa.
Sejalan dengan larutnya khorion, terjadi perubahan warna cyst, yaitu
dari coklat tua ke abu-abu, kemudian oranye. Selama dekapsulasi,
temperatur harus diperiksa secara teratur dan es harus ditambahkan
untuk mencegah peningkatan temperatur di atas 40°C. Jika cyst
dipertahankan dalam larutan dekapsulasi, akan membunuh embrio. Oleh
karena itu, cyst harus dipindahkan segera dari larutan setelah proses
selesai. Penyelesaian proses dapat dilakukan dengan pengamatan secara
periodik setelah adanya perubahan warna dari cyst yang didekapsulasi.
3) Pencucian dan Diaktivasi Residu Khiorin
Selama
perlakuan, larutan dekapsulasi bereaksi terhadap khorion cyst. Akibat
reaksi tersebut, terbentuk beberapa senyawa organokhiorin yang
melekat pada cyst hasil dekapsulasi yang dapat mengurangi kualitas dan
kegunaan cyst yang didekapsulasi. Oleh karena itu, setelah pencucian
dapat ditambahkan 1 % Na2S203,
sebanyak 0,5 ml/gram cyst sehingga membentuk persenyawaan yang larut
dengan persenyawaan organokhlorin. Dengan demikian dapat menghilangkan
sisa-sisa larutan dekapsulasi pada cyst tersebut dapat digunakan
secara langsung sebagai makanan atau didehidrasi untuk penyimpanan.
2.6 Pemijahan
Pemijahan ikan black ghost dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu set pasang dan set massal.
Pemijahan
dengan cara set pasang dilakukan di akuarium dengan ukuran 100 x 50 x
40 cm dapat diisi dengan 7 ekor induk dengan perbandingan 3 ekor
induk jantan 4 ekor induk betina
Pemijahan
dilakukan secara masal di dalam akuarium yang sekaligus sebagai
tempat pemeliharaan induk. Perbandingan induk betina dan jantan adalah
2 : 1. Pada wadah pemijahan
tersebut, ditempatkan baki plastik berukuran ( 3pada bagian tengah
baki ditutup dengan baki berlubang (20x15x10) cm untuk melindungi
telur dari pemangsaan induknya sendiri. Untuk akuarium ukuran (80 x 60
x 50 ) cm dapat dipelihara 10 ekor induk betina dan paling sedikit 5
ekor jantan. Lingkungan tempat pemeliharaan dan pemijahan ikan Black
ghost biasanya dibuat relatif gelap, dan ikan ini memijah pada malam
hari.
2.7 Penetasan Telur
Dalam
waktu 3-4 hari telur black ghost akan menetas. namun, hanya telur
fertile ini saja yang akan menetas. telur yang fertile ditandai dari
warnanya yang kuning cerah dan diliputi lender. sementara telur steril
yang berwarna putih susu tidak akan menetas.
Selain merupakan telur steril, telur tidak mau menetas karena ada dua kemungkinan berikut.
1) Kualitas
telur jelek. faktor ini biasanya disebabkan oleh pemberian pakan yang
kurang bagus atau telur tersebut dihasilkan oleh induk induk yang
baru pertama kali bertelur.
2) Penggunaan obat penetas (metil biru) yang berlebihan sehingga telur menjadi gosong.
Telur
yang tidak menetas atau membusuk sebaiknya segera diangkat atau
dibuang agar tidak mengganggu kelangsungan hidup ikan yang baru
menetas. telur yang membusuk juga dapat menurunkan kualitas air.
untuk
mengurangi persentase telur yang tidak menetas maka dapat dilakukan
pemberian umpan berupa jentik nyamuk pada induk black ghost.
Anak
black ghost yang keluar dari telur mula-mula berwarna putih atau
seperti berlendir. dengan bertambahnya umur, anak black ghost berubah
warna dari putih menjadi hitam. perubahan warna ini juga diikuti
dengan menghilangnya lender dari tubuhnya. setelah berumur satu
minggu, anak black ghost yang masih berukuran kecil ini diberi pakan
kutu air dan artemia.
2.8 Perawatan larva
Anak-anak
black ghost yang lahir perlu mendapatkan perawatan yang memadai agar
cepat besar. bagi pembudidaya yang mengusahakan pembesaran black ghost
upaya perawatan yang sungguh-sungguh merupakan hal penting yang harus
dilakukan. beberapa bentuk perawatan yang diterapkan pada pembesaran
black ghost adalah persiapan akuarium, air, dan prlengkapannya;
pemberian pakan; pembersihan air dan akuarium; dan seleksi anakan.
Akuarium
merupakan wadah pembesaran black ghost yang umum digunakan oleh
pembudidaya. Sebaga tempat pembesaran tidak ada aturan baku ukuran
akuarium yang digunakan. Namun, sebaiknya ukuran akuarium disesuaikan
dengan jumlah dan ukuran anak black ghost yang akan dibesarkan. Sebagai
contoh akuarium yang berukuran 100cm x 35cm x 50cm dapat diisi anak
black ghost yang baru menetas 3-4 hari sebanyak 200-250 ekor.
Selain
ukuran akuarium, hal lain yang perlu diperhatikan adalah kualitas air
sebagai media pemeliharaan. Kualitas air untuk pembesaran black ghost
sama seperti air yang digunakan untuk pemijahan, yaitu dengan pH 6-7
dan 0dh 7.
Air
yang digunakan untuk pembesaran black ghost sebaiknya merupakan air
bersih yang telah diendapkan selama 24 jam dan diberi aerator (pada
saat pengendapannya). Untuk mengetahui kesiapan air yang akan
digunakan untuk pembesaran black ghost maka dapat diuji dengan melihat
reaksi ikan. Caranya, masukkan 1-3 ekor black ghost ke dalam akuarium
yang telah diisi air. Apabial black ghost langsung bersembunyi
berarti air tersebut telah dapat digunakan. Namun, bila black ghost
naik ke permukaan dan terlihat lemas berarti air tersebut belum
digunakan.
Untuk
mengatasi air yang belum siap digunakan, ditambahkan metil biru ke
dalam air tersebut. Pemberian metil biru ini terutama dilakukan pada
air yang digunakan untuk pemeliharaan anak black ghost yang masih
berukuran kecil dan baru pindah tempat (baru dibeli). Tujuan pemberian
metil biru ini adalah agar anak black ghost tetap sehat karena metil
biru mengandung antibiotik. Selai tiu, dengan berubahnya warna air
yang menjadi kebiruan karena pemberian metil biru merupakan kondisi
yang lebih disukai black ghost sehingga ikan tidak akan stress ketika
dipindahkan. Banyaknya metil biru yang diberikan sekitar 1%.
Selain
dengan pemberian metil biru, untuk memudarkan warna air yang bening
dapat dilakukan dengan memasukkan daun bacang atau daun ketapang
kering. Fungsi lain dari pemberian daun-daun tersebut adalah sebagai
tempat persembunyian.
Perlengkapan
utama yang harus ada dalam dalam akuarium pembesaran black ghost
adalah aerator dan tempat persembunyian. aerator yang digunakan.
2.9 Panen dan Pasca Panen
Usaha
ternak black ghost ada dua macam, yaitu usaha pemijahan dan usaha
pembesaran. dalam usaha pamijahan, peternak hanya melakukan pemijahan
hingga telur menetas. anakan yang baru menetas dijual kepada peternak
yang mengusahakan pembesaran. Dalam usaha pembesaran anak black ghost
yang baru menetas hingga berukuran kira-kira 3 inci atau lebih
tergantung pada permintaan. umumnya, eksportir dan penjual ikan meminta
black ghost yang berukuran 2-3 inci.
Black
ghost yang di usahakan, baik pemijahan atau pembesaran masih melewati
proses panen dan pascapanen sebelumnya sampai ke konsumen. untuk
mengurangi tingkat kematian black ghost yang akan dijual maka panen
dan pascapanennya harus dilakukan secara benar dan hati-hati.
A. Panen dan Pascapanen Usaha Pemijahan
Waktu
panen anak black ghost hasil pemijahan ditentukan oleh permintaan.
dari usaha pemijahan, anak black ghost yang berumur 3 hari sudah dapat
dijual. Pada umumnya, pembeli anak hasil pemijahan adalah peternak
yang akan mengusahakan pembesaran black ghost. oleh karenanya,
Pembelian anak black ghost ini biasanya dalam jumlah banyak, misalnya
500 ekor atau bahkan 2.000 ekor. Di akhir tahun 1999 harga jual anak
black ghost yang berumur kira-kira 3 hari adalah Rp. 600,00/ekor.
Anak
black ghost yang berumur 3 hari ukurannya masih sangat kecil sehingga
pengambilannya harus dilakukan dengan hati-hati. Anak black ghost
tersebut diambil dengan sendok besar, dihitung jumlahnya, dan
ditempatkan ke suatu wadah. Apabila jumlahnya belum sesuai permitaan,
anak ikan diambil lagi dengan cara yang sama. Setelah jumlahnya sesuai,
anak black ghost berikut airnya dimasukan kedalam kemasan plastic. Air
yang diisikan cukup sekitar 1/3 dari volume plastik. Selanjutnya
kedalam kemasan plastic tersebut dimasukan Oksigen. Pengangkutan anak
ikan dengan penambahan oksigen dapat bertahandalam waktu 24 jam.
Kemasan
plastik yang berisi anak ikan tersebut siap diangkut dengan dimasukan
ke dalam kardus atau wadah pengangkutan ikan lain. Cara pengangkutan
sederhana ini dilakukan untuk jarak tempuh yang tidak terlalu jauh.
Apabila jarak tempuhnya terlalu jauh atau membutuhkan waktu lebih dari
24 jam sebaiknya dipilih anak ikan yang berukuran 1-2 inci.
B. Panen dan Pasca Panen Usaha Pendederan
Dari
usaha pendederan, Black ghost biasanya dipanen saat mencapai ukuran
1-3 inchi. Ukuran tersebut dapat dicapai dalam masa pemeliharaan
sekitar 3 bulan. Pada akhir tahun 1999, harga black ghost ukuran 2-3
inci sekitar Rp. 6000,00. Namun, ada pula pembeli yang menginginkan
anak black ghost denga ukuran yang lebih besar tentunya harganya lebih
mahal karena waktu pemeliharaannya lebih lama.
Pengambilan
anak black ghost yang berukuran 1-3 inci lebih mudah dilakukan, yaitu
dengan bantuan serok. Setelah dipilih dengan ukuran yang sama, black
ghost ditempatkan ke suatu wadah sebelum dimasukan kedalam kemasan.
Kemasan
untuk mengangkut ikan umunnya digunakan plastic polietilin (PE) yang
dirangkap dan bagian bawahnya dengan karet agar tidak terbentuk sudut
untuk menghindari kebocoran. Selain dengan kantong plastic yang harus
diikat bawahnya, ada kantong plastic khusus untuk mengemas black
ghost. Bagian bawah kantong plastic tersebut berbentuk segi empat dan
tidak membentuk sudut sehingga langsung dapat digunakan.
Kantong
plastik yang berisi air dan ikan tersebut nantinya dikemas lagi dalam
kardus. Sebelum kantong plastic dimasukan, kedalam kantong plastic
tersebut dimasukan Styrofoam yang berfungsi untuk menahan cuaca dari
luar sehingga kondisi didalamnya dapat dipertahankan. Dibagian luar
kardus perlu dituliskan nama dan alat importir serta eksportir dan
spesifikasi ikan yang diangkut.
Perjalanan
yang sangat jauh mempengaruhi kondisi ikan yang diangkut. tak jarang
selama perjalanan ikan mengalami stress dan kehilangan banyak energy
sehingga menjadi lemah dan akhirnya mati. Untuk menghindari hal itu
maka perlu melakukan pengamanan terhadap turunnya kualitas air dan
menjaga ikan tidak stress. Kualitas air yang perlu dijaga yaitu
stabilitas suhu dan kebersihan air media.
1. Menjaga stabilitas suhu
Suhu Negara-negara tujuan ekspor cukup bervariasi. Ada Negara tujuan
yang suhunya lebih tinggi dibandingkan Indonesia dan ada pula yang
lebih rendah. Untuk itu, perlu dilakukan usaha untuk menstabilkan suhu
dalam kardus. Apabila negara tujuan ekspor sedang mengalami musim
dingin, penutup Styrofoam dapat diikatkan media penghangat (heat pack)
yang terdiri dari berbagai senyawa kimia yang dapat mengeluarka
panas. Panas yang dikeluarkan oleh media penghangat tersebut rata-rata
210 C dan maksimum 430 C. Panas Ini Dapat Bertahan Selama 60 Jam
Apabila
Negara tujuan ekspor mempunyai suhu lebih panas dibandingkan
Indonesia, maka untuk menurunkan suhu diperlukan es batu. Dalam satu
kemasan kardus dapat diberi 3-4 bunkus es batu. Agar embun yang
dihasilkan es batu tidak menetes, kantong es dapat dibungkus dengan
Koran.
2. Menjaga Kebersihan Air Media
Air
media pengangkut biasanya akan kotor karena adanya sekresi ikan yang
berupa lender dan kotoran. Sekresi ini perlu dikurangi karena
menimbulkan amoniak yang dapat mematikan apabila berbentuk nitrit (NO2).
Untuk mengurangi kotoran ikan yang keluar selama dalam pengangkutan
maka sebelum diangkut ikan dipuasakan dulu selama 2 hari. Sementara
untuk menetralisir amoniak yang dihasilkan dari sekresi ikan dapat
dilakukan pemberian antiamonia (ammonia chloramines chlorine) dalam air
media pengangkutan. Dosis yang digunakan adalah 5 ml/ 3,7 l air.
Untuk
mencegah agar ikan tidak stress dapat dilakukan dengan member obat
antistress (protective slime coating and electrolytes). Obat ini dapat
menggantikan garam atau mineral yang hilang dan mempertahankan
kualitas air. Dosis yang digunakan adalah 5 ml/ 3.7 l air.