Cari Blog Ini

Selasa, 05 April 2011

daftar stock ikan

- IKAN MAS

Ikan mas atau Ikan karper (Cyprinus carpio) adalah ikan air tawar yang bernilai ekonomis penting dan sudah tersebar luas di Indonesia.
Di Indonesia, ikan mas memiliki beberapa nama sebutan yakni kancra, tikeu, tombro, raja, rayo, ameh atau nama lain sesuai dengan daerah penyebarannya.

Syarat dan Kebiasaan Hidup

Ikan mas menyukai tempat hidup (habitat) di perairan tawar yang airnya tidak terlalu dalam dan alirannya tidak terlalu deras, seperti di pinggiran sungai atau danau. Ikan mas dapat hidup baik di daerah dengan ketinggian 150--600 meter di atas permukaan air laut (dpl) dan pada suhu 25-30° C. Meskipun tergolong ikan air tawar, ikan mas kadang-kadang ditemukan di perairan payau atau muara sungai yang bersalinitas (kadar garam) 25-30%o.
Ikan mas tergolong jenis omnivora, yakni ikan yang dapat memangsa berbagai jenis makanan, baik yang berasal dari tumbuhan maupun binatang renik. Namun, makanan utamanya adalah tumbuhan dan binatang yang terdapat di dasar dan tepi perairan.

Perkembangbiakan

Siklus hidup ikan mas dimulai dari perkembangan di dalam gonad (ovarium pada ikan betina yang menghasilkan telur dan testis pada ikan jantan yang menghasilkan sperma). Sebenarnya pemijahan ikan mas dapat terjadi sepanjang tahun dan tidak tergantung pada musim. Namun, di habitat aslinya, ikan mas Bering memijah pada awal musim hujan, karena adanya rangsangan dari aroma tanah kering yang tergenang air.
Secara alami, pemijahan terjadi pada tengah malam sampai akhir fajar. Menjelang memijah, induk-induk ikan mas aktif mencari tempat yang rimbun, seperti tanaman air atau rerumputan yang menutupi permukaan air. Substrat inilah yang nantinya akan digunakan sebagai tempat menempel telur sekaligus membantu perangsangan ketika terjadi pemijahan.
Sifat telur ikan mas adalah menempel pada substrat. Telur ikan mas berbentuk bulat, berwarna bening, berdiameter 1,5-1,8 mm, dan berbobot 0,17-0,20 mg. Ukuran telur bervariasi, tergantung dari umur dan ukuran atau bobot induk. Embrio akan tumbuh di dalam telur yang telah dibuahi oleh spermatozoa.
Antara 2-3 hari kemudian, telur-telur akan menetas dan tumbuh menjadi larva. Larva ikan mas mempunyai kantong kuning telur yang berukuran relatif besar sebagai cadangan makanan bagi larva. Kantong kuning telur tersebut akan habis dalam waktu 2-4 hari. Larva ikan mas bersifat menempel dan bergerak vertikal. Ukuran larva antara 0,50,6 mm dan bobotnya antara 18-20 mg.
Larva berubah menjadi kebul (larva stadia akhir) dalam waktu 4-5 hari. Pada stadia kebul ini, ikan mas memerlukan pasokan makanan dari luar untuk menunjang kehidupannya. Pakan alami kebul terutama berasal dari zooplankton, seperti rotifera, moina, dan daphnia. Kebutuhan pakan alami untuk kebul dalam satu hari sekitar 60-70% dari bobotnya.
Setelah 2-3 minggu, kebul tumbuh menjadi burayak yang berukuran 1-3 cm dan bobotnya 0,1-0,5 gram. Antara 2-3 minggu kemudian burayak tumbuh menjadi putihan (benih yang siap untuk didederkan) yang berukuran 3-5 cm dan bobotnya 0,5-2,5 gram. Putihan tersebut akan tumbuh terus. Setelah tiga bulan berubah menjadi gelondongan yang bobot per ekornya sekitar 100 gram.
Gelondongan akan tumbuh terus menjadi induk. Setelah enam bulan dipelihara, bobot induk ikan jantan bisa mencapai 500 gram. Sementara itu, induk betinanya bisa mencapai bobot 1,5 kg setelah berumur 15 bulan. Induk-induk ikan mas tersebut mempunyai kebiasaan mengaduk-aduk dasar perairan atau dasar kolam untuk mencari makanan.




  - KONSUMSI :

1. Ikan Mas Punten
Ras ini dikembangkan pertama kali pada tahun 1933 di Desa Punten, Malang, Jawa Timur. Tubuhnya relatif pendek, tetapi bagian punggungnya lebar dan tinggi. Karena itu, bentuk badan ikan mas punten terkesan membuntak atau bulat pendek (big belly). Perbandingan antara panjang total dan tinggi badan adalah 2,3-2,4:1. Warna sisik hijau gelap, mata agak menonjol, gerakan tubuhnya lambat, dan bersifat jinak.

2. Ikan Mas Sinyonya atau Putri Yogya
Tidak diketahui pasti asal-usul nama ikan jenis ini. Beberapa orang menyebutkan, ikan mas ini mudah sekali bertelur sehingga disebut sinyonya. Bentuk tubuhnya memanjang (long bodied form) dan punggungnya lebih rendah dibandingkan dengan ikan mas punten. Perbandingan antara panjang dan tinggi badannya sekitar 3,66:1.
Sisiknya berwarna kuning muda seperti warna kulit jeruk sitrus. Mata ikan yang masih muda agak menonjol, kemudian berubah menjadi sipit ketika ikan sudah mulai tua. Sifat ikan mas sinyonya lebih jinak dibandingkan dengan ikan ras punten. Ikan mas sinyonya memiliki kebiasaan berkumpul di permukaan air.
Fekunditas atau jumlah telur ikan mas sinyonya 85.000—125.000 dan diameternya 0,3—1,5 mm. Induk ikan mas sinyonya jantan akan matang kelamin pertama pada umur 8 bulan, sedangkan yang betina pada umur 18 bulan. Ikan mas ini tahan terhadap parasit Myxosporea. Kisaran toleransi pH-nya 5,5—8,5.

3. Ikan Mas Taiwan
Ikan mas taiwan memiliki bentuk badan yang memanjang dan bentuk punggung seperti busur agak membulat. Sisiknya berwarna hijau kekuningan hingga kuning kemerahan di tepi sirip dubur dan di bawah sirip ekor. Ikan mas taiwan sangat responsif terhadap makanan sehingga akan saling berebut ketika diberi pakan. Diduga nenek moyang ikan mas ini berasal dari Taiwan, kemudian diintroduksi dan dikembangkan di Indonesia.

4. Ikan Mas Merah
Ciri khas dari ikan mas ini adalah sisiknya yang berwarna merah keemasan. Gerakannya aktif, tidak jinak, dan paling suka mengaduk-aduk dasar kolam. Bentuk badannya relatif memanjang. Dibandingkan dengan ras sinyonya, posisi punggungnya relatif lebih rendah dan tidak lancip. Matanya agak menonjol.

5. Ikan Mas Majalaya
Ikan mas hitam
Sesuai dengan namanya, ikan mas ini berkembang pertama kali di daerah Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ukuran badannya relatif pendek dan punggungnya lebih membungkuk dan lancip dibandingkan dengan ras ikan mas lainnya. Perbandingan antara panjang dan tinggi tubuhnya adalah 3,2:1.
Bentuk tubuhnya semakin lancip ke arah punggung dan bentuk moncongnya pipih. Sifat ikan mas ini relatif jinak dan biasa berenang di permukaan air. Sisiknya berwarna hijau keabuan dan bagian tepinya berwarna lebih gelap, kecuali di bagian bawah insang dan di bagian bawah sirip ekor berwarna kekuningan. Semakin ke arah punggung, warna sisik ikan ini semakin gelap.
Ikan mas majalaya memiliki keunggulan, di antaranya laju pertumbuhannya relatif cepat, tahan terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila, rasanya lezat dan gurih, dan tersebar luas di Indonesia. Fekunditas atau jumlah telur yang dihasilkan ikan mas majalaya tergolong tinggi, yakni 84.000—110.000 butir per kilogram induk.

5. Ikan Mas Yamato
Ikan mas ini kurang populer di kalangan petani ikan mas di Indonesia. Bentuk tubuhnya memanjang. Sisiknya berwarna hijau kecokelatan. Ikan mas ini banyak ditemukan dan dibudidayakan di Asia Timur, seperti Cina dan Jepang.

6. Ikan Mas Lokal
Ikan mas ini sebenarnya belum bisa digolongkan sebagai salah satu ras atau jenis ikan mas. Meskipun demikian, ikan ini justru paling banyak ditemukan di lapangan dan paling banyak dikenal oleh petani ikan dewasa ini.
Bentuk tubuh dan warnanya merupakan kombinasi dari beberapa jenis ikan mas yang sudah ada. Secara umum, bentuk tubuhnya memanjang dan matanya tidak sipit. Kemungkinan besar ikan ini muncul akibat perkawinan silang yang tidak terkontrol dengan jenis-jenis ikan mas lain yang ada di masyarakat.



    - HIAS    :

1. Ikan Mas Kumpay
Ciri yang menonjol dari ikan mas kumpay adalah semua siripnya panjang dan berumbai sehingga tampak indah ketika sedang bergerak. Warna sisiknya sangat bervariasi, ada yang putih, kuning, merah, dan hijau gelap. Bentuk badannya memanjang seperti ikan mas sinyonya. Pertumbuhannya tergolong lambat. Kadang-kadang, ikan mas ini juga dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi.

2. Ikan Mas Kancra Domas
Bentuk tubuhnya memanjang. Gerakannya mirip ikan mas taiwan, yakni selalu aktif dan kurang jinak. Sisiknya berukuran kecil dan susunannya tidak beraturan. Warna sisiknya bervariasi, ada yang biru, cokelat, atau hijau. Sisik punggungnya berwarna gelap. Semakin ke arah perut, warnanya semakin terang keperakan atau keemasan.
Karper kaca
 
3. Ikan Mas Kaca
Ciri khas ikan ini adalah sebagian tubuhnya tidak tertutup sisik. Bagian yang tidak tertutup sisik sepintas tampak bening, mirip kaca. Di sepanjang gurat sisi (linea lateralis) dan di sekitar pangkal siripnya terdapat sisik berwarna putih mengilap. Sisik tersebut berukuran besar dan tidak seragam.

4. Ikan Mas Fancy
Bentuk tubuh ikan mas ini memanjang. Sisiknya berwarna putih, kuning, dan merah. Pada tubuhnya terdapat totol-totol berwarna hitam. Karena warnanya yang bermacam-macam itulah ikan mas ini disebut fancy.
Koi
 
5. Ikan Mas Koi
Ikan mas koi atau yang lebih populer disebut koi (saja) ini berasal dari Jepang. Mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1980. Bentuk badannya bulat memanjang. Warna sisiknya beragam, ada putih, kuning, merah menyala, hitam, atau kombinasi dari warna-warna tersebut.
Hobiis ikan mas umumnya menyukai ikan koi jenis bastar karena warna dan pola totolnya yang indah dan menarik. Ikan koi disukai hobiis karena gerakannya lambat dan cukup jinak.
Ikan koi memiliki beragam nama yang disesuaikan dengan pola dan warna tubuhnya, misalnya platinum nishikigoi, shusui nishikigoi, shusi nishikigoi, kohaku nishikigoi, dan taishusanshoku nishikigoi.





- IKAN MAS KOKI
  jenisnya :

1. Goldfish: Ikan maskoki jenis ini bentuk fisiknya masih seperti ikan karper krusian
dan belum banyak terjadi perubahan, dengan warna dasar biru. Sedangkan, warna
terbaik pada jenis ikan maskoki adalah merah dan mantang tanpa warna perak sedikit
pun. Goldfish memunyai ekor terbelah dua (forked). Panjang total ikan mencapai 8
inci, aslinya berasal dari China.

2. Fantail (Loochooo): Ikan maskoki berekor kipas dan berasal dari China. Masyarakat
Jepang menyebut ikan ini ryukin, karena masuk dari China melalui Pulau Ryukyu.
Ekornya bersirip kembar, bentuknya mekar dan panjang, dengan sirip ekor melebihi
panjang tubuhnya. Panjang totalnya mencapai 3,5 inci.

3. Veiltail: Ikan maskoki berekor rumbai. Sering orang sulit membedakan antara ikan
maskoki kipas dan maskoki rumbai. Cara membedakannya, sirip ekor ikan maskoki
rumbai panjang dan terbelah menjadi dua (kembar). Sirip ekornya sangat panjang dan
bahkan kelihatan mengantung ke bawah, juga memunyai sirip punggung yang tinggi.

4. Teleskop: Ikan maskoki dengan ciri khas matanya yang mencuat keluar, seolah-olah
matanya memakai teleskop. Perkawinan antara maskoki lionhead ranchu dan mas koki
teleskop menghasilkan ikan mas koki demerancu.

5. Oranda: Ikan maskoki jenis ini memiliki kepala mirip singa, namun memunyai sirip
punggung. Warna oranda yang terkenal adalah tancho oranda yaitu badannnya berwarna
putih dan di atas kepalanya terdapat warna merah.

6. Lionhead: Ikan maskoki yang memunyai kepala mirip kepala singa, namun tidak
mempunyai sirip punggung, sirip anal, dan sirip ekor pendek dan kaku.

7. Nirwana (celestial): Ikan maskoki dengan ciri khas bentuk pupil matanya yang
menghadap ke atas. Karena bentuk matanya yang demikian menyebabkan ikan ini sulit
memenangi kompetisi pakan dengan ikan lain. Oleh karena itu, ikan ini hanya cocok
dipelihara dengan varietas yang sama. Ciri lain adalah warnanya oranye metalik dan
tidak memunyai sirip punggung.

8. Burik: Ikan maskoki yang memiliki warna beraneka ragam. Varietas mas koki burik
yang terkenal adalah shubunkin bristol.

9. Komet: Ikan maskoki yang ekornya yang berbentuk seperti garpu, memanjang, dan
lebih panjang daripada badannya. Karena itu ekornya yang memanjang itu ia disebut
komet.

10.Bubble eyes: Ikan maskoki yang memiliki mata normal, namun pelupuknya
menggelembung seperti balon. Gelembung ini mulai tumbuh setelah ikan berumur tiga
bulan. Ciri lainnya adalah ikan ini tidak memunyai sirip punggung.

ll.Sisik Mutiara: Ikan maskoki yang sisiknya seperti mutiara. Warna itu muncul di
permukaan kulit, kalau diraba terasa berbintil.

12.Blackmoor: Ikan maskoki dengan ciri warnanya yang hitam kelam. Pada usia muda ikan
ini berwarna coklat kemerahan. Adapun ekornya seperti kipas dan matanya berkembang
seperti maskoki teleskop.

13.Kaliko: Sesuai namanya ikan ini berwarna-warni, warna yang muncul biasanya kuning,
hitam, merah, dan putih.



- IKAN GURAMI

Gurami (Osphronemus goramy) adalah sejenis ikan air tawar yang populer dan disukai sebagai ikan konsumsi di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Di samping itu, di negara-negara lainnya gurami juga sering dipelihara dalam akuarium.
Umumnya dikenal dengan nama gurami, ikan ini juga memiliki beberapa sebutan lokal seperti gurame (Sd.); grameh (Jw.); kalui (Jb.); ikan kali (Plg.), dan lain-lain.[1]

Pengenalan

Lukisan menurut Weber dan de Beaufort, 1916.
Ikan yang lebar dan pipih. Panjang tubuh (SL, standard length[2]) 2,0-2,1 kali tinggi tubuh; panjang tubuh total (dengan sirip ekor) bisa mencapai 1.000 mm. Sirip perut dengan jari-jari pertama yang pendek berupa duri dan jari-jari kedua yang lentur panjang serupa cambuk. Rumus sirip punggung (dorsal) XI-XIV (jari-jari keras atau duri) dan 12-14 (jari-jari lunak); sementara sirip dubur (anal) X-XI dan 20-23.[3]
Ikan yang muda memiliki moncong yang meruncing, dengan 8-10 pita melintang (belang) di tubuhnya. Jika beranjak dewasa warna-warna ini memudar, dan kepala ikan akan membengkak secara tidak teratur.[3]

Manfaat

Gurami bakar
Ikan gurami terutama digemari sebagai ikan konsumsi. Dagingnya padat, durinya besar-besar dan rasanya enak. Gurami hampir selalu tersedia di restoran, untuk dijadikan pelbagai macam masakan terutama gurami bakar dan gurami asam-manis. Ikan ini berharga cukup mahal.
Gurami juga disukai sebagai ikan hias akuarium.

Penyebaran dan ekologi

Gurami semula menyebar di pulau-pulau Sunda Besar (Sumatra, Jawa, dan Kalimantan), namun kini telah dipelihara sebagai ikan konsumsi di pelbagai negara di Asia (terutama Asia Tenggara dan Asia Selatan) serta di Australia.[3]
Di alam, gurami hidup di sungai-sungai, rawa dan kolam, termasuk pula di air payau; namun paling menyukai kolam-kolam dangkal dengan banyak tumbuhan. Sesekali ikan ini muncul ke permukaan untuk bernafas langsung dari udara.[1]
Induk gurami, untuk beberapa waktu lamanya, menjaga dan memelihara anak-anaknya. Telurnya dilekatkan di tetumbuhan air atau ditaruh di sarang yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan. Gurami terutama adalah pemakan tumbuhan, namun mau juga memangsa serangga, ikan lain, dan juga barang-barang yang membusuk di air.[1] Dari sifatnya yang rakus tumbuhan itu, gurami juga dimanfaatkan sebagai pengendali gulma di kolam-kolam.



?Gurami
Osphronemus goramy
Osphronemus goramy
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Osphronemidae
Genus: Osphronemus
Spesies: O. goramy
Nama binomial
Osphronemus goramy
Lacépède, 1801




- IKAN BETUTU

Betutu (Oxyeleotris marmorata) adalah nama sejenis ikan air tawar. Meskipun agak jarang yang berukuran besar, ikan yang menyebar di Asia Tenggara hingga Kepulauan Nusantara ini digemari pemancing karena betotan (tarikan)nya yang kuat dan tiba-tiba.
Nama-nama lainnya di pelbagai daerah di Indonesia adalah bakut, bakutut, belosoh (nama umum), boso, boboso, bodobodo, ikan bodoh, gabus bodoh, ketutuk, ikan malas, ikan hantu dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris disebut marble goby atau marble sleeper, merujuk pada pola-pola warna di tubuhnya yang serupa batu pualam kemerahan.

Pengenalan

Sisi atas ikan betutu
Ikan bertubuh kecil sampai sedang dengan kepala yang besar. Panjang tubuh (SL, standard length) maksimum hingga sekitar 65 cm[1], namun kebanyakan hanya antara 20–40 cm atau kurang. Berwarna merah bata pudar, kecoklatan atau kehitaman, dengan pola-pola gelap simetris di tubuhnya. Tanpa bercak bulat (ocellus) di pangkal ekornya.[2]
Sirip dorsal (punggung) yang sebelah muka dengan enam jari-jari yang keras (duri); dan yang sebelah belakang dengan satu duri dan sembilan jari-jari yang lunak. Sirip anal dengan satu duri dan 7–8 jari-jari lunak. Sisik-sisik di tengah punggung, dari belakang kepala hingga pangkal sirip dorsal (predorsal scales) 60–65 buah. Sisik-sisik di sisi tubuh, di sepanjang gurat sisi (lateral row scales) 80–90 buah.[2]
Seperti dicerminkan oleh namanya, ikan ini malas bergerak atau berpindah tempat. Ia cenderung diam saja di dasar perairan, sekalipun diusik. Hanya di malam hari betutu agak aktif, memburu udang, ikan-ikan kecil, yuyu, atau siput air. Ikan betutu didapati di sungai-sungai di bagian yang terlindung, rawa, waduk, saluran air atau parit.[1]

Penyebaran

Betutu menyebar di Asia Tenggara: Thailand, Vietnam, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Semenanjung Malaya, Filipina, dan Indonesia: Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.[1][2] Didapati pula di Jawa.[3] Diintroduksi ke Singapura, Taiwan, Cina, dan mungkin pula Fiji.[1]
Ikan betutu disukai sebagai ikan pancing maupun ikan konsumsi. Dagingnya enak dan lembut.


?Betutu
Ikan betutu, Oxyeleotris marmorata  dari Sungai Cihideung, Darmaga, Bogor
Ikan betutu, Oxyeleotris marmorata
dari Sungai Cihideung, Darmaga, Bogor
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Eleotridae
Genus: Oxyeleotris
Spesies: O. marmorata
Nama binomial
Oxyeleotris marmorata
Bleeker, 1852




- IKAN BANDENG

Ikan bandeng memiliki nama latin Chanos chanos, merupakan ikan campuran antara air asin dan air tawar atau payau. Ikan ini dapat hidup sampai ke pinggiran dan tengah laut dan secara kontinyu akan kembali ke perairan dangkal atau tepi pantai untuk bertelur. Ikan banding lebih menyenangi perairan dangkal dengan banyak tanaman bakau di sekitarnya. Karena akar tanaman bakau akan melindungi telur dan bayi ikan banding dari pemangsa seperti ikan lain yang berukuran lebih besar.
ikan bandeng
ikan bandeng
Bayi bandeng atau yang dekenal dengan nama “nener” banyak ditangkap oleh para nelayan untuk dijadikan benih di tambak. Memang bandeng sekarang sudah banyak di pelihara di tambak – tambak. Pengambilan benih bandeng atau nener di alam liar masih merupakan pola pembibitan yang sudah kadaluarsa. Sekarang bibit bandeng atau nener banyak di produksi oleh para pembibit atau hatchery untuk di jual ke pengelola tambak. Dengan teknik pembibitan ynag modern bibit bandeng dapat dihasilkan dengan jumlah yang luar biasa banyak.

Sabtu, 02 April 2011

sepesifikasi ikan koi

Koi


?Nishikigoi
Sekelompok ikan koi dengan warna yang bervariasi.
Sekelompok ikan koi dengan warna yang bervariasi.
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Cypriniformes
Famili: Cyprinidae
Genus: Cyprinus
Spesies: C. carpio
Nama binomial
Cyprinus carpio
(Linnaeus, 1758)
Koi (bahasa Tionghoa dan bahasa Jepang: 鯉, Romaji: koi) adalah jenis ikan karper Cyprinus carpio yang dipelihara untuk menghias rumah, berasal dari Tiongkok dan banyak tersebar di Jepang. Mereka berkerabat dekat dengan ikan mas, dan karena itu banyak orang menyebutnya ikan mas koi yang sebenarnya adalah misnomer. Koi dianggap membawa keberuntungan.


Koi


Nishikigoi
Conservation status
Domesticated
Scientific classification
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Actinopterygii
Order: Cypriniformes
Family: Cyprinidae
Genus: Cyprinus
Species: C. carpio
Subspecies: C. c. haematopterus
Trinomial name
Cyprinus carpio haematopterus [1]
(Linnaeus, 1758)


Koi (, Inggris / kɔɪ /, Jepang:? [ko i]) atau lebih spesifik Nishikigoi (锦鲤, [niɕi̥ki ɡo.i], harfiah "mas brokat"?), adalah varietas hias ikan mas peliharaan (Cyprinus carpio) yang disimpan untuk keperluan dekorasi dalam kolam koi outdoor atau taman air.

Varietas Koi dibedakan oleh warna, pola, dan scalation. Beberapa warna utama putih, hitam, merah, kuning, biru, dan krim. Kategori yang paling populer koi adalah Gosanke, yang terdiri dari Kohaku, Taisho Sanshoku, Showa Sanshoku dan varietas [2].

ContentS

    History

    ikan mas adalah kelompok besar ikan awalnya ditemukan di Eropa Tengah dan Asia. Berbagai spesies ikan mas pada awalnya dijinakkan di Asia Timur, di mana mereka digunakan sebagai makanan ikan. Kemampuan ikan mas untuk bertahan hidup dan beradaptasi dengan banyak iklim dan kondisi air memungkinkan spesies peliharaan yang akan disebarkan ke lokasi baru, termasuk Jepang. mutasi warna alami ikan mas ini akan terjadi di semua populasi. Ikan mas pertama kali dibiakkan untuk mutasi warna di Cina lebih dari seribu tahun yang lalu, dimana penangkaran selektif dari Prusia ikan mas (Carassius gibelio) menyebabkan perkembangan ikan mas ini. [3]
    Carp dikenal sebagai ikan koi di Jepang. Dari berbagai jenis ikan mas yang dibudidayakan, ikan mas (Cyprinus carpio) adalah salah satu yang lebih umum digunakan dalam akuakultur. Ini ikan mas ini dibudidayakan sebagai makanan ikan setidaknya sejauh abad ke-5 di China [4] ikan mas. Common pertama kali dibiakkan untuk warna di Jepang pada 1820-an, awalnya di kota Ojiya di prefektur Niigata pada utara pantai timur pulau Honshu. Pada abad ke-20, sejumlah pola warna telah didirikan, terutama Kohaku merah-putih. Dunia luar tidak menyadari perkembangan variasi warna pada koi sampai 1914, ketika koi Niigata dipamerkan dalam pameran tahunan di Tokyo. Pada saat itu, minat koi meledak di seluruh Jepang. Hobi koi menjaga akhirnya menyebar di seluruh dunia. Koi sekarang umum dijual di sebagian besar toko hewan peliharaan, dengan ikan berkualitas tinggi yang tersedia dari dealer spesialis. [5] [6]
    hibridisasi ekstensif antara populasi yang berbeda telah kacau dengan zoogeografi historis dari ikan mas. Namun, konsensus ilmiah adalah bahwa setidaknya ada dua subspesies dari ikan mas, satu dari Barat Eurasia (Cyprinus carpio carpio) dan satu lagi dari Asia Timur (Cyprinus carpio haematopterus) [7] Salah satu studi. Baru pada DNA mitokondria yang umum berbagai ikan mas menunjukkan bahwa koi adalah dari subspesies Asia Timur. [7] Namun studi lain baru pada DNA mitokondria koi telah menemukan bahwa koi adalah keturunan dari garis keturunan beberapa ikan mas baik dari varietas Barat Eurasia dan Asia Timur [8]. Hal ini bisa merupakan hasil dari koi yang dibiakkan dari campuran Asia Timur dan Eurasia Barat varietas ikan mas, atau koi yang dibesarkan secara eksklusif dari varietas Asia Timur dan yang kemudian hibridisasi dengan varietas Eurasia Barat (yang koi kupu-kupu merupakan salah satu produk yang dikenal seperti salib). Mana yang benar belum diselesaikan.

    Etymology

    The koi berasal dari kata Jepang, hanya berarti "ikan mas". Ini mencakup baik ikan abu-abu kusam dan varietas berwarna cerah. Apa yang dikenal sebagai koi dalam bahasa Inggris disebut secara spesifik dikenal sebagai Nishikigoi di Jepang (secara harfiah berarti "ikan mas brokat"). Dalam bahasa Jepang, "koi" adalah homophone untuk kata lain yang berarti "sayang" atau "cinta"; koi karenanya simbol cinta dan persahabatan di Jepang. Contoh ini dapat dilihat dalam cerita pendek oleh Mukōda Kuniko, "Koi-san". Tato Koi juga menjadi tren populer di seluruh dunia. [neede kutipan

    Varieties

    Varietas Koi dibedakan oleh warna, pola, dan scalation. Beberapa warna utama putih, hitam, merah, kuning, biru, dan krim. Sedangkan variasi warna yang mungkin hampir tak terbatas, peternak telah mengidentifikasi dan nama sejumlah kategori tertentu. Kategori yang paling populer adalah Gosanke, yang terdiri dari Kohaku, Taisho Sanshoku, Showa Sanshoku dan varietas.

    Koi varietas baru masih aktif dikembangkan. Koi Ghost dikembangkan pada 1980-an, dan telah menjadi sangat populer di Inggris. Ada hibrida dari ikan liar dan ikan koi Ogon, dan dibedakan dengan skala metalik mereka. Butterfly koi (juga dikenal sebagai koi Longfin, atau Dragon ikan mas) juga dikembangkan pada tahun 1980an, dan yang terkenal adalah sirip mereka yang panjang dan mengalir. Mereka adalah hibrida koi dengan ikan mas Asia. Butterfly koi dan Roh ikan koi yang dianggap oleh beberapa menjadi tidak Nishikigoi benar.

    List of nishikigoi breeds


    Showa variety

    Kohaku variety

    Asagi variety
    The major named varieties include:

    * Kohaku (红白?) A koi berkulit putih, dengan tanda merah besar di atas. Nama ini berarti "merah dan putih;". Kohaku adalah varietas hias pertama yang didirikan di Jepang (abad ke-19) [9]

        
    * Taisho Sanshoku (atau Taisho Sanke) (大 正 三 色?) Sangat mirip dengan Kohaku, kecuali untuk penambahan tanda hitam kecil yang disebut sumi (墨?). Varietas ini pertama kali dipamerkan pada tahun 1914 oleh para peternak koi, Gonzo Hiroi, pada masa pemerintahan Kaisar Taisho. [rujukan?] Di Amerika, nama ini sering disingkat menjadi hanya "Sanke". Kanji, 三 色, dapat dibaca sebagai Sanke Sanshoku atau sebagai.


        
    * Shōwa Sanshoku (Sanke atau Showa) (昭和 三 色?) A koi hitam dengan merah (赤 hi) dan putih (shiroji 白地) tanda-tanda. Showa Sanke Yang pertama dipamerkan pada tahun 1927, pada masa pemerintahan Kaisar Showa. Di Amerika, nama ini sering disingkat hanya Showa. Jumlah shiroji pada Showa Sanke telah meningkat di zaman modern (Kindai Showa 近代 昭和), ke titik yang mungkin sulit untuk membedakan dari Taisho Sanke. Kanji, 三 色, dapat dibaca sebagai Sanke Sanshoku atau sebagai.


        
    * Tancho (丹 顶?) Setiap koi dengan patch merah menyendiri di atas kepalanya. Ikan mungkin Tancho Showa, Tancho Sanke, atau bahkan Tancho Goshiki. Dinamakan untuk crane Jepang (Grus japonensis) yang juga memiliki titik merah di atas kepalanya.


        
    * Chagoi (鲤 茶?) Menyala. 'Tea-berwarna' koi mulai dari warna pucat kusam zaitun hijau atau cokelat tembaga atau perunggu dan lebih baru-baru ini lebih gelap, warna oranye tenang. Terkenal untuk patuh kepribadiannya, ramah dan ukuran besar, itu dianggap s tanda keberuntungan yang baik di antara penjaga koi.


        
    * Asagi (浅黄?) Sebuah koi yang cahaya biru di atas dan biasanya merah, tetapi juga kadang-kadang kuning pucat atau krim, umumnya di bawah garis lateral dan di pipi. Nama Jepang berarti pucat kehijauan-biru, warna musim semi bawang, atau nila. Kadang salah ditulis sebagai 浅黄 (kuning muda).


        
    * Utsurimono (写り 者?) A koi hitam dengan tanda putih, merah, atau kuning. Zebra warna. Bentuk dibuktikan tertua adalah bentuk kuning, yang disebut "Hitam dan putih tanda" (黒 黄斑, Kuro Ki Han?) Pada abad ke-19, namun berganti nama menjadi Ki Utsuri (黄 写り?) Oleh Elizaburo Hoshino, seorang peternak ikan koi awal abad ke-20. Versi merah dan putih yang disebut Hi Utsuri (赤 写り?) Dan Shiro Utsuri (白 写り?) Masing-masing. Para Utsuri kata berarti untuk mencetak (tanda-tanda hitam mengingatkan pada noda tinta). Genetis sama dengan Showa tetapi kurang baik pigmen merah (Shiro Utsuri) atau pigmen putih (Utsuri Hi / Ki Utsuri)


        
    * Bekko (鳖甲?) A merah putih-,-, atau berkulit kuning koi dengan sumi tanda hitam (墨?). Nama Jepang berarti "cangkang kura-kura," dan umumnya ditulis sebagai べっ甲. Varietas putih-merah dan kuning disebut Shiro Bekko (白?) Aka Bekko (赤?) Dan Ki Bekko (黄?) Masing-masing. Mungkin bingung dengan Utsuri.


        
    * Goshiki (五色?) A koi gelap dengan merah (Kohaku style) pola hi. Nama Jepang berarti "Lima Warna". mirip dengan sebuah Asagi dengan sedikit atau tanpa Hi bawah garis rusuk dan pola Hi Kohaku atas reticulated timbangan (pola jala) Muncul. Warna dasar dapat berkisar dari hampir hitam ke biru langit yang sangat pucat.


        
    * Shūsui (秋 翠?) Nama Jepang berarti "hijau Autumn." The Shusui diciptakan pada tahun 1910 oleh Yoshigoro Akiyama (秋山 吉五郎), dengan persimpangan Asagi Jepang dengan ikan mas cermin Jerman. [Rujukan?] Ikan tidak memiliki sisik, kecuali satu baris sisik punggung cermin besar, membentang dari kepala hingga ekor. Jenis yang paling umum dari Shusui memiliki warna, pucat sky-blue/gray di atas garis rusuk dan merah atau oranye (dan sangat, sangat jarang kuning cerah) di bawah garis lateral dan di pipi


        
    * Kinginrin (金 银鳞?) A koi dengan logam (gemerlapan logam-serpihan muncul) skala. Menerjemahkan nama ke dalam bahasa Inggris sebagai "sisik emas dan perak." Sering disingkat Ginrin. Ada versi Ginrin hampir semua varietas lain koi, dan mereka yang modis. Gin-rin mengacu pada sparlking, berkilauan skala sebagai lawan dari kulit, halus bahkan logam dan skala terlihat pada varietas Ogon. Baru-baru ini karakteristik ini telah digabungkan untuk menciptakan "ginrin Ogon" varietas baru.


        
    * Kawarimono (変わり者?) A "menangkap-semua" sebutan untuk koi yang tidak dapat dimasukkan ke salah satu kategori yang lain. Ini adalah kategori kompetisi dan banyak varietas baru koi bersaing satu sama lain dalam satu kategori ini. Juga dikenal sebagai kawarigoi (鯉 変わり?)


        * Ogon (黄金?) Sebuah koi metalik dari satu warna saja. (Hikarimono 光 者). Warna yang paling menonjol adalah emas, platinum, dan oranye. spesimen Cream ada tetapi sangat jarang. Ogon bersaing dalam kategori Kawarimono dan nama Jepang berarti "Emas." Varietas diciptakan oleh SAWATA Aoki pada tahun 1946 dari ikan mas liar ia ditangkap pada tahun 1921. Baru-baru ini Ogon berkulit metalik sedang disilangkan dengan ikan ginrin skala untuk menciptakan Ogon ginrin dengan kulit metalik dan berkilau (serpihan logam) skala.

        
    * Kumonryu (九 纹 竜?) (Harfiah "Tattooed Sembilan Naga") Kumonryu adalah ikan bersisik Doitsu hitam dengan tanda putih melingkar. Pola dianggap mengingatkan pada lukisan tinta Jepang naga. Mereka terkenal berubah warna dengan musim. [Rujukan?] Kumonryu bersaing dalam kategori Kawarimono.


        
    * Ochiba (落叶?) A biru muda / koi abu-abu dengan tembaga, perunggu, atau pola kuning (Kohaku gaya), mengingatkan pada musim gugur daun di atas air. Nama Jepang berarti "daun jatuh."


        
    * Koromo (衣?) Seekor ikan putih dengan pola gaya Kohaku dengan sisik bermata biru atau hitam hanya selama pola hi. Varietas ini pertama kali muncul pada 1950-an sebagai lintas antara Kohaku dan Asagi. [kutipan diperlukan] Koromo yang paling menonjol adalah Goromo Ai, yang berwarna seperti Kohaku, kecuali bahwa masing-masing skala dalam patch merah memiliki biru atau hitam-tepi itu. Kurang umum adalah Budo-Goromo yang memiliki overlay (merah anggur) hi gelap yang memberikan tampilan tandan buah anggur. Sangat jarang terlihat adalah Tsumi-Goromo yang mirip dengan Budo-Goromo, tapi pola hi adalah suatu burgundy gelap yang tampak hampir hitam.


        
    * Hikari-moyomono (光 模样 者?) A koi dengan tanda berwarna di atas dasar logam, atau koi dalam dua warna metalik.


        
    * Kikokuryū (辉 黒 竜, harfiah "Sparkle Black Dragon" atau "Glitter Black Dragon") Versi berkulit logam dari Kumonryu.


        
    * Kin-Kikokuryū (金辉 黒 竜, harfiah "Gold Sparkle Black Dragon" atau "Gold Glitter Black Dragon") Versi berkulit logam dari Kumonryu dengan pola hi Kohaku-gaya yang dikembangkan oleh Mr Seiki Igarashi dari Ojiya Kota. Ada (setidaknya) enam berbeda genetik sub-varietas dari varietas umum.


        
    * Ghost koi (人面鱼, じん めん ぎょ) - Sebuah hibrida dari Ogon dan ikan mas liar dengan sisik metalik. Dianggap oleh beberapa menjadi tidak Nishikigoi.


        
    * Butterfly koi (鳍 长 锦鲤, ひれ な が に しき ごい) - Sebuah hibrida ikan mas koi dan Asia dengan sirip mengalir panjang. Berbagai pewarnaan tergantung pada saham koi digunakan untuk hibrida. Dianggap oleh beberapa untuk tidak Nishikigoi.


        
    * Doitsu-RI (ドイツ 鯉?) Berasal oleh salib pemuliaan varietas banyak didirikan berbeda dengan "skala-kurang" ikan mas Jerman (umumnya, ikan dengan hanya satu baris sisik sepanjang setiap sisi sirip punggung). Juga ditulis sebagai 独 逸 鲤. Ada empat jenis utama dari pola skala "Doitsu". Jenis yang paling umum (sebut di atas) memiliki deretan sisik dimulai pada bagian depan sirip punggung dan berakhir pada akhir sirip punggung (sepanjang kedua sisi sirip). Jenis kedua memiliki deret sisik awal di mana kepala memenuhi bahu dan menjalankan seluruh panjang ikan (di kedua sisi). Jenis ketiga adalah sama dengan kedua, dengan penambahan garis (seringkali cukup besar) skala di sepanjang garis rusuk (di sepanjang sisi) dari ikan, juga disebut sebagai "Mirror koi". Jenis (dan paling langka) keempat yang disebut sebagai "Armor koi" dan benar-benar (atau hampir) ditutupi dengan sisik yang sangat besar yang menyerupai piring baju besi. Kagami-Pemerintah (镜 鲤, カガミゴイ, Mirror ikan mas (ミラー カープ).

      Differences from goldfish


      Koi have prominent barbels on the lip that are not visible in goldfish.
      Ikan mas dikembangkan di Cina lebih dari seribu tahun yang lalu oleh selektif breeding ikan mas Prusia untuk mutasi warna. Dengan Dinasti Song (960 - 1279), kuning, oranye, pewarnaan putih dan merah-putih telah dikembangkan. Ikan mas (Carassius auratus) dan ikan mas Prusia (Carassius gibelio) kini dianggap spesies yang berbeda. Ikan mas diperkenalkan ke Jepang pada abad ke-16 dan ke Eropa di abad ke-17 [4]. Koi, di sisi lain, dikembangkan dari ikan mas di Jepang pada 1820. Koi adalah peliharaan ikan mas (Cyprinus carpio) yang dimusnahkan untuk warna, mereka bukan spesies yang berbeda dan akan kembali ke warna aslinya dalam beberapa generasi jika diizinkan untuk berkembang biak secara bebas.

      Secara umum, ikan mas cenderung lebih kecil dari ikan koi, dan memiliki berbagai bentuk tubuh yang lebih besar, dan sirip dan konfigurasi ekor. Varietas Koi cenderung memiliki bentuk tubuh umum, tetapi memiliki berbagai pola pewarnaan yang lebih besar dan warna. Mereka juga memiliki sungut menonjol pada bibir. Varietas ikan mas Beberapa, seperti ikan mas biasa, ikan mas komet dan shubunkin memiliki bentuk tubuh dan warna yang mirip dengan koi, dan dapat sulit dibedakan dari ikan koi saat belum menghasilkan. Sejak ikan mas dan ikan koi dikembangkan dari spesies yang berbeda dari ikan mas, walaupun mereka dapat kawin silang, keturunan mereka steril. [11] [12]

      Keeping


      Traditional Japanese garden with koi.
      Ini ikan mas merupakan ikan hardy, dan koi mempertahankan daya tahan itu. Koi adalah ikan air dingin, tetapi manfaat dari disimpan di 15-25 derajat C (59-77 derajat F) jangkauan dan tidak bereaksi dengan baik untuk panjang suhu musim dingin, sistem kekebalan tubuh mereka 'mati' di bawah 10 derajat Celcius. kolam Koi biasanya memiliki meter atau lebih dari kedalaman di daerah di dunia yang menjadi hangat selama musim panas, sedangkan di daerah-daerah yang memiliki musim dingin yang lebih keras, tambak umumnya memiliki minimal 1,5 meter (4 ½ kaki). konstruksi kolam khusus telah berkembang dengan maksud penjaga koi pada peningkatan ikan koi menunjukkan kualitas.
      warna-warna cerah Koi's menempatkan mereka pada posisi yang kurang menguntungkan parah terhadap pemangsa, sebuah Kohaku berkulit putih adalah lonceng makan malam visual terhadap hijau gelap kolam. Bangau, kingfishers, musang, kucing, rubah, musang dan landak semua mampu pengosongan kolam ikan tersebut. Sebuah kolam renang yang dirancang dengan baik akan memiliki daerah terlalu dalam bagi bangau untuk berdiri di, overhang cukup tinggi di atas air yang mamalia tidak dapat dicapai dalam, dan pohon naungan overhead untuk menghalangi pandangan orang lewat udara-oleh. Mungkin membuktikan perlu untuk jaring string atau kawat di atas permukaan. kolam biasanya mencakup sistem pompa dan penyaringan untuk menyimpan air yang jernih.
      Koi merupakan ikan omnivora dan akan sering makan berbagai macam makanan, termasuk kacang polong, selada, dan semangka [13] Koi makanan. Dirancang tidak hanya untuk gizi yang seimbang, tetapi juga untuk mengapung sehingga dapat mendorong mereka untuk datang ke permukaan. Ketika mereka sedang makan, adalah mungkin untuk memeriksa koi untuk parasit dan bisul. Koi akan mengenali orang yang makan mereka dan berkumpul di sekitar mereka pada waktu-waktu makan. [Rujukan?] Mereka dapat dilatih untuk mengambil makanan dari tangan seseorang. Di musim dingin, sistem pencernaan mereka melambat hampir berhenti, dan mereka makan sangat sedikit, mungkin tidak lebih dari camilan dari ganggang dari bawah. nafsu makan mereka tidak akan kembali sampai air menjadi hangat di musim semi. Bila suhu turun di bawah 50 derajat Fahrenheit (10 ° C) [rujukan?], Makan, terutama dengan protein, dihentikan atau makanan bisa pergi tengik di dalam perut mereka, menyebabkan penyakit.
      Koi dapat hidup selama berabad-abad. Satu koi merah terkenal, bernama "Hanako" (c. 1751 - 7 Juli 1977) dimiliki oleh beberapa orang, yang terakhir di antaranya adalah Dr Komei Koshihara. Hanako dilaporkan 226 tahun setelah kematiannya [14] usia wanita itu ditentukan dengan membuang salah satu skala dan memeriksa secara ekstensif pada tahun 1966..

      Breeding


      Koi in an outdoor koi pond
      Seperti ikan yang paling, koi mereproduksi melalui pemijahan di mana betina meletakkan sejumlah besar telur dan satu atau lebih laki-laki pupuk mereka. Pemeliharaan keturunan yang dihasilkan (disebut sebagai "menggoreng") adalah pekerjaan yang rumit dan membosankan, biasanya dilakukan hanya oleh para profesional. Meskipun peternak koi dengan hati-hati dapat memilih orang tua mereka ingin berdasarkan karakteristik yang diinginkan, benih yang dihasilkan tetap akan memamerkan berbagai macam warna dan kualitas.

      Koi akan menghasilkan ribuan keturunan dari pemijahan tunggal. Namun, tidak seperti sapi, anjing ras, atau lebih relevan, ikan mas, sebagian besar keturunan tersebut, bahkan dari koi juara-nilai terbaik, tidak akan diterima sebagai Nishikigoi (mereka tidak memiliki warna menarik) atau bahkan mungkin secara genetik rusak. Keturunan ini tidak dapat diterima adalah Culled pada berbagai tahapan pengembangan berdasarkan mata ahli peternak dan teknik perdagangan dijaga ketat. Goreng diambil biasanya dihancurkan atau digunakan sebagai pengumpan ikan (kebanyakan digunakan untuk pakan arwana karena keyakinan itu akan meningkatkan warna), sementara sisa-sisa yang lebih tua, dalam tahun pertama mereka antara 3 "sampai 6" panjang (juga disebut "Tosai"), sering dijual sebagai koi tingkat rendah 'kolam berkualitas'.

      Hasil semi-acak proses reproduksi koi telah baik keuntungan dan kerugian bagi peternak. Sementara itu memerlukan pengawasan rajin untuk mempersempit hasil yang baik yang peternak yang diinginkan, juga memungkinkan pengembangan varietas baru koi dalam generasi relatif sedikit.

      In the wild

      Koi tidak sengaja atau sengaja dilepas ke alam liar di setiap benua kecuali Antartika. Mereka cepat kembali ke warna alami dari ikan mas dalam beberapa generasi. Di banyak daerah, mereka dianggap sebagai spesies invasif dan hama. Mereka sangat meningkatkan kekeruhan air karena mereka terus-menerus mengobarkan substrat. Hal ini membuat saluran air tidak menarik, mengurangi kelimpahan tanaman air, dan dapat membuat air tidak cocok untuk berenang atau minum, bahkan oleh ternak. Di beberapa negara, koi telah menyebabkan kerusakan sehingga banyak sungai yang sejumlah besar uang dan usaha telah dihabiskan berusaha untuk memberantas mereka, sebagian besar tidak berhasil.